Kuliah Umum Ekonomi Sumberdaya

Mahasiswa sarjana, magister dan doktor Departemen ESL FEM IPB mengikuti kuliah umum Ekonomi Sumberdaya di Auditorium CCR tanggal 21 oktober 2017. Kuliah ini disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Ir.Akhmad Fauzi, M.SC. Kepada ratusan mahasiswa beliau menyampaikan bahwa Sumberdaya Indonesia tinggi, namun belum dapat bersaing. Salah satu hal yang menyebabkan adalah perdagangan hanya terfokus pada Jawa berbeda dengan Cina, padahal sumberdaya tersebar. Sumberdaya yang tersebar belum memberikan kontribusi yang berarti

Tantangan yang dihadapi negara Indonesia pada 5 tahun mendatang antara lain yaitu pertambahan jumlah penduduk, persaingan global dan peran emerging economies, tekanan sosial (pengangguran, pendidikan, kesehatan), nature pressure (degradasi, deplesi SDA), perubahan iklim, kompleksitas ekonomi yang semakin meningkat.

Peran Sumber Daya Alam (SDA) dalam perekonomian nasional menyumbangkan lebih dari 5% terhadap PDB nasional. Laju pertumbuhan sektor berbasis SDA relatif rendah yaitu 3-4% untuk sektor pertanian dan 4-3% untuk sektor pertambangan. Penyerapan tenaga kerja relatif besar di sektor pertanian yaitu 35%. Multiplier impact di sektor perikanan yaitu 2,6  dan 1,6-2 di sektor tambang.

Disisi lain food waste menjadi masalah besar, lebih banyak membuang dibanding produksi, yang tentunya berimplikasi pada aspek lain. Banyak terjadi di negara berkembang, ternasuk Indonesia ucap Profesor yang juga menjadi Dewan Pakar United Nations Environment Programme (UNEP) untuk Global and Regional Assessment Processes for the Sixth Global Environment Outlook (GEO-6) untuk kawasan Asia Pasifik dan SIDS.

Prof Fauzi memberikan opsi kebijakan pengelolan SDA yang ditawarkan, antara lain kebijakan “spill over” terhadap SDM dan sektor pangan, valuasi, neraca sumber daya dan lingkungan, akses bagi skala kecil, streamlining regulasi dan tata kelola, dan penguatan pasar domestik (permintaan) (eg. China, Vietnam).

Prof. Fauzi  mengatakan, kuliah umum ini bertujuan untuk menyadarkan semua Civitas Akademika tentang bagaimana pola pembangunan secara umum dan pola SDA di Indonesia. Karena Indonesia memiliki keunggulan dibidang SDA, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Kenapa ini terjadi dan bagaimana mengatasinya, maka diperlukan SDM yang berkualitas dengan kebijakan yang mendukung yang memerlukan insentif dan inovasi. (PG)