Guest Lecturer ESL Hadirkan Dr Ho Sang Kang

Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (ESL-FEM) IPB University melaksanakan kuliah tamu internasional dengan menghadirkan dosen/peneliti dari Seoul National University Dr Ho San Kang. Kuliah ini dilaksanakan dalam rangkaian ESL Sustainability Expo 2019.

Acara yang dilaksanakan pada Kamis (12/12) di gedung FEM, Kampus IPB Dramaga, Bogor tersebut membahas tentang pengelolaan wilayah hutan berkelanjutan serta upaya pemerintah Korea melakukan program reboisasi yang sukses pasca perang saudara. Acara ini dibuka oleh Dekan FEM IPB University, Prof Dr Nunung Nuryartono yang membuka secara resmi acara. Prof Nunung Nuryartono dalam sambutannya menyebutkan tentang pentingnya menjaga bumi dari perubahan iklim.

"Sustainability merupakan suatu hal yang membuat kita bisa mengambil keuntungan dari apa yang kita punya sekarang sembari menjaganya untuk generasi yang akan datang. Topik pengelolaan hutan yang berkelanjutan sangatlah penting untuk kita bahas hari ini. Belum lama ini, saya pergi ke Australia dan mereka belum lama ini sedang mengalami kebakaran hutan yang cukup hebat, tentu isu pengelolaan hutan berkelanjutan inilah yang juga turut menjadi isu penting," ungkap Prof Nunung. Prof Nunung juga berharap, dengan adanya kuliah tamu ini dapat membangun hubungan internasional yang lebih baik antara FEM IPB University dan Seoul National University.

Pada kesempatan ini, Dr Ho Sang Kang menyampaikan tentang pengelolaan hutan yang ada di Korea mulai dari pasca perang saudara hingga kini. "Setelah perang saudara berakhir, kami mulai fokus untuk melaksanakan reboisasi, kami bersama masyarakat lokal bahu membahu untuk menyelesaikan masalah hancurnya hutan-hutan kami pasca perang. Pemerintah pun berusaha membeli kawasan-kawasan hutan yang masih menjadi milik perorangan agar mempercepat proses penghijauan kembali hutan-hutan tersebut," ungkapnya.

Ia mengaku, penegakan hukum pun lebih efektif karena pemerintah gencar membeli lahan-lahan tersebut memang spesial untuk reboisasi dan dijadikan hutan wisata. Ia juga turut menyampaikan tentang sistem pengelolaan hutan yang berkelanjutan harus didukung oleh penegakan hukum yang baik.

"Dari cerita sukses kami ini, selain pemanfaatan teknologi dan juga mendatangkan ahli dari luar negeri, kami benar-benar serius dengan penegakan hukum kami, khususnya dalam tata kelola wilayah hutan. Pada tahun 60-an lalu, puluhan orang masuk penjara karena melanggar aturan terkait tata kelola hutan, setelah itu, kami bisa betul-betul mempercepat pembangunan wilayah hutan kami menjadi kawasan wisata hutan. Salah satunya di kampung halaman saya yaitu kota Busan, yang belum lama ini dikunjungi oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo" ujar Dr Ho Sang Kang. Di akhir sesi kuliah, Dr Ho menghimbau supaya pemerintah Indonesia lebih menperketat aturan hukum tentang tata kelola hutan. (Df/RA)

 

Berita Terkait...