Departemen ESL FEM IPB menggelar summer course

Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan,Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (ESL FEM IPB) bekerjasama dengan AIESEC in IPB, menggelar summer course dengan menghadirkan peserta mahasiswa dari lima negara. Peserta berasal dari China, Mesir, India, Rusia dan Korea.Pembukaan summer course secara resmi dilaksanakan pada Kamis (17/1), di Ruang Sidang Mawar Departemen ESL Kampus IPB Dramaga, Bogor. 

Ketua Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Dr. Ir. Ahyar Ismail, M.Agr, menyampaikan bahwa kegiatan summer course ini diinisiasi dalam rangka mewujudkan internasionalisasi Departemen ESL IPB “Semenjak akhir tahun 2018, Departemen ESL sudah melakukan joint seminar dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) . Sebelumnya, juga telah dilaksanakan acara serupa dan diharapkan dapat menjadi annual event,” tutur Dr. Ahyar.Ia berharap, kegiatan summer course ini dapat menjadi ikon bagi Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, FEM IPB. Terkait program internasionalisasi, Dr.Ahyar menambahkan, kegiatan joint seminar dan summer course diharapkan dapat menjadi annual activities. Kedepannya, digagas kemungkinan kerjasama dengan Adelaide University, Australia. “Kita sudah ada komunikasi untuk itu. Kemudian, kegiatan seminar-seminar internasional bisa dilaksanakan secara kontinyu,”ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Departemen ESL IPB, Dr. Meti Ekayani, S.Hut, M.Sc sebagai inisiator summer course ESL- AIESEC ini, yang juga merupakan dosen pembimbing AIESEC in IPB menyampaikan, AIESEC adalah organisasi internasional untuk para pemuda yang membantu mengembangkan potensi kepemimpinan mereka. AIESEC merupakan organisasi terbesar di dunia yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan para pemuda dan menjadi ambassador di luar negeri untuk menjalankan social project. AIESEC juga berfokus pada pengembangan kepemimpinan, pengalaman kepemimpinan, hingga partisipasi di Global Learning Environment.“AIESEC memiliki dua program utama yaitu inbound dan outbound yang disebut "Global Volunteer". Kegiatan diperuntukkan bagi pemuda dan sifatnya volunteer.AIESEC IPB pada awalnya bukan merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), namun karena memiliki banyak kegiatan yang dapat mendukung internasionalisasi IPB maka dibentuklah menjadi sebuah UKM,” tutur Dr. Meti.

Summer Course kolaborasi ESL- AIESEC ini merupakan yang pertama, dimana sebelumnya Departemen ESL hanya sebagai host untuk kegiatan inbound AIESEC, antara lain summer global volunteer pada Juli 2017 dengan 9 peserta dari empat negara, summer global volunteer pada Juli 2018 dengan 20 peserta dari sepuluh negara. Kegiatan tersebut mengusung tema lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, dimana ESL memiliki Desa Mitra yang menjadi salah satu proyek sosial global volunteer AIESEC. Oleh karena itu, mulai tahun 2019 ini digagas sebagai summer course dengan kombinasi antara teori di kelas dan praktek di lapang. Sebagaimana harapan Ketua Departemen ESL, Dr. Meti juga berharap summer course ini dapat terselenggara 2 kali setahun, Januari dan Juli. Summer course kali ini berlangsung selama enam minggu. Peserta summer course tinggal bersama keluarga Indonesia. Hal tersebut dilakukan supaya dapat memahami budaya Indonesia. Melalui program summer course ini, mahasiswa akan mendapat banyak manfaat, seperti mengasah kemampuan bahasa, belajar merancang dan membuat projek sosial, dan melaporkan hasil dari projek sosial tersebut.

“Selamat datang di Indonesia, melalui program summer course ini, harapannya mahasiswa tidak hanya sebatas menjadi bagian dari peneliti tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia. Semoga para mahasiswa mendapat pengalaman dan banyak belajar tentang Indonesia,” tutur Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si dalam sambutannya.Pembukaan summer course ini juga dihadiri Ketua Badan Promosi Pariwisata kota Bogor, Zaenal Syarifudin dan beberapa local partner AIESEC.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi, Prof.Dr. Ir. Dodik R Nurrochmat, MSc sangat mendukung kegiatan ini. Pada sambutannya dan sekaligus membuka acara summer course, prof Dodik menyampaikan tentang gambaran umum dan sejarah beberapa ikon kota Bogor seperti sejarah IPB dan sejarah Istana Kepresidenan Bogor.

 

Berita Terkait...