Departemen ESL FEM IPB University Ajak Mahasiswa Asing Belajar Pengolahan Teh di Gunung Mas Bogor

Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University menggelar winter course bagi mahasiswa asing. Salah satu rangkaian winter course kali ini adalah fieldtrip ke PTPN VIII Gunung Mas, Cisarua, Bogor dengan diikuti oleh mahasiswa dari India, Lituania dan juga mahasiswa asal Indonesia.

 Pada kesempatan ini, peserta diajak mengenal wisata berkelanjutan (sustainable tourism) yang dilihat dari sisi ekologi dan sosial. Dengan kata lain memberikan profit atau keuntungan bagi pengelola wisata dan juga masyarakat sekitar melalui pemberdayaan masyarakat dengan tidak mengubah budaya setempat.

Ketua Panitia Winter Course, Dr Meilanie Buitenzorgy mengatakan, PTPN VIII Gunung Mas dipilih sebagai tujuan ekskursi karena merupakan wisata favorit di Kota Bogor sehingga dinilai menarik bagi mahasiswa asing yang berkunjung ke Bogor dan memahami pentingnya pengelolaan agrowisata berkelanjutan (sustainable agro-tourism).

Dosen IPB University itu juga menuturkan, para mahasiswa tersebut dapat menjadi agen-agen global yang  mempromosikan pariwisata Indonesia ke seluruh dunia.

"PTPN VIII Gunung Mas adalah salah satu contoh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang cukup sukses menjalankan bisnis perkebunan teh sekaligus bisnis agrowisata," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapat pengetahuan terkait pengelolaan agrowisata berkelanjutan sekaligus pengetahuan seputar proses pengolahan teh mulai dari pemetikan pucuk daun teh sampai dengan  pengolahan di pabrik.

Di sisi lain, kegiatan diversifikasi bisnis yang dilakukan oleh PTPN VIII Gunung Mas dapat menjadi contoh kontribusi Indonesia khususnya BUMN dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke dua, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik serta mendukung pertanian berkelanjutan.

"PTPN VIII Gunung Mas awalnya dikhususkan hanya untuk perkebunan dan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar perkebunan, kemudian pada tahun 2009 didirikan agro wisata, baik untuk kegiatan internal maupun eksternal di area perkebunan," ujar Hikmat Eka Karyadi, Manager Agrowisata PTPN VIII Gunung Mas. (Ang/RA)

Berita Terkait...